Kamis, 18 Desember 2014

All Day I Dream

Melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang alasan saya tetap memilik sebagai working mom, sekarang saya mau share dreamboard saya, mimpi-mimpi saya, motivasi saya berbisnis Oriflame.

Dreamboard ini sudah saya share di facebook notes pada bulan Mei, All Day I Dream
ini sengaja saya share lagi disini sekalian untuk mengingatkan saya pada mimpi - mimpi saya yang harus segera saya capai.

yaaa, mimpi itu harus dituangkan visualisasinya, mimpi itu harus seringkali kita ucapkan, percaya atau tidak mimpi itu akan menjadi kenyataan.



All Day I Dream

Setelah akhirnya bisa menyempatkan membuatnya, finally bisa selesai juga.
ternyata tidak mudah, sampai harus berpeluh keringat dan airmata.

entah karena terlalu menghayati proses pembuatan dream board ini atau entah karena saya disadarkan banyak mimpi yang belum saya raih.

terlalu terlena dengan semua nikmat yang telah DIA berikan sehingga membuat saya pada akhirnya tertinggal.
yup tertinggal oleh teman-teman yang telah lebih dahulu menulis dreamboard dan merealisasikannya.
tapi percayalah semua sudah ada yang mengatur, dan saat inilah, dengan cara inilah starting point saya, kembali menggapai semua mimpi.

All Day I Dream, sepanjang hari saya memimpikannya, sampai terpatri di pikiran, yup Spirit of Mind, apa yang diyakini oleh pikiran, in shaa Allah akan terwujud, asalkan Yakin, Yakin, dan Yakin.

All Day I Dream 
All Day I Dream


Mimpi utama saya hingga saat ini adalah menjadi seorang full time mother. Why? so you can do it now, easily. Tak semudah yang bisa kalian lakukan dengan keputusan ini, mungkin lebih tepatnya saya belum berani, dengan tantangan yang akan saya hadapi didepan mata jujur saya belum berani memutuskan untuk menjadi full time mother saat ini. Untuk amanah yang telah dititipkan sedari dulu yang membuat buah hati kita harus mengalah sekarang, egois memang namun amanah tetaplah amanah. Memulai step ini memberikan asa bahwa sesegera mungkin saya dapat mendapatkan income sebanding dengan saat ini bahkan lebih sehinga pada saatnya saya akan mantap untuk menjadi seorang full time mother.

Rumah, mimpi besar kedua yang selalu saya mimpikan setiap hari. Walaupun bukan saat ini, tetapi saya selalu percaya bahwa Allah akan memberikan saya rezeki itu kelak.

Entah kenapa, saya selalu yakin jika suatu saat saya akan pergi ke Tanah Suci itu membawa Ibu saya. Mimpi saya datang ke rumah Allah itu selalu bersama dengan Ibu bukan bersama suami atau siapapun. Semoga Allah menIjabah keyakinan saya ini.

Success Plan Oriflame dan Financial Freedom, Goal terbesar yang harus diraih. Yakin, jika kita menapakinya, maka Yakinlah Goal itu akan tercapai.

Dreamboard ini mama dedikasikan untuk Kemal, motivasi terbesar adalah menghabiskan seluruh waktu mama ini untuk tumbuh kembangmu nak.

Rabu, 10 Desember 2014

Egoisnya seorang Ibu Bekerja

Selamat pagi,

Seperti janji saya sebelumnya, kali ini saya akan share alasan saya tetap memilih sebagai seorang Working Mom.

Trus kenapa saya tetap bekerja? padahal saya sudah sangat sadar dengan hal itu! jawabannya hanya satu, saya mau punya penghasilan mandiri, tidak bergantung pada suami. EGOIS, pasti itu yang terlintas di benak teman-teman ketika membaca ini, saya memikirkan diri sendiri dengan mengorbankan waktu dan perasaan anak yang pastinya ingin selalu berada di dekat mamanya.

YA, Kemal memang sudah berkorban banyak untuk ini, tapi kalo dibilang egois, saya coba mau share pengeluaran saya untuk keluarga saya, bukan keluarga kecil saya ya, kalo ini sih pendapatas suami saya sudah lebih dari mumpuni untuk menghidupi kami, tapi keluarga besar saya yaitu orang tua dan saudara dekat saya.

Oia, sebelum saya share disini saya tidak bermaksud untuk Riya ataupun perhitungan dan hal lainnya ya, saya hanya ingin menjelaskan alasan saya bekerja saja. That's it!

  1. Saya punya Om yang Tuna Grahita dan yatim piatu, yang saat ini dirawat oleh pakde saya dan membutuhkan biaya hidup Rp 1.000.000 sebulan yang didapatkan dari patungan saudara-saudara dimana tiap bulannya saya menyisihkan Rp 300.000 penghasilan saya setiap bulannya, gak bisa kurang? NGGAK, sesekali saya harus sisihkan lebih karena jika saya kurangi patungan saya itu akan menambah beban ibu dan tante/bude saya, jadi selama saya mampu insyaAllah nilai tersebut tidak akan kurang malah harus saya tambah, daaaan alhamdulillah hal itu yang selalu membuat rezeki saya bertambah, dari sisi manapun bahkan langit sekalipun, makanya sedekah ini dibilangnya Jurus Langit, karena imbalannya langsung dikasih sama Allah Sang Maha Pemberi, karenanya janganlah takut untuk memberi terlebih untuk yang membutuhkan.
  2. Kedua orang tua saya sehat walafiat, syukur nikmat terbesar melihat mereka tetap sehat sehingga dapat menyaksikan perkembangan cucu-cucunya. Ayah saya pensiunan sebuah Rumah Sakit Swasta di Bandung, saat ini berusia 61 Tahun, dibalik badannya yang sehat, ayah saya didiagnosis Glucoma beberapa tahun belakangan ini, yang mengharuskannya kontrol rutin dan therapy obat terus menerus, untuk biaya berobat ayah saya masih dicover oleh tempatnya bekerja dulu tetapi untuk obatnya dikarenakan obat ini spesific (bukan obat umum yang didapatkan disembarang apotek), untuk obatnya sendiri seharga Rp 80.000 / strip yang habis dalam seminggu sehingga untuk sebulan silakan dikalikan oleh teman-teman.
  3. Pengeluaran rutin bulanan keluarga besar saya seperti Lisrik dan Telepon tiap bulannya sebesar Rp 400.000, belum termasuk Susu, Detergent, Sabun, Minyak dan keperluan rumah tangga lainnya kecuali beras dan lauk pauk karena itu ditanggung oleh ibu saya yang memang masih bekerja.Ya diuasianya yang menginjak 50 Tahun ibu saya masih bekerja, karena dengan alasan pemenuhan kebutuhan hidup juga, adik saya yang bungsu masih berada di bangku SMA dan masih membutuhkan biaya yang banyak sebelum dia dapat hidup mandiri. Kok saya tega membiarkan ibu saya tetap bekerja? dari 4 orang anaknya hanya saya yang berpenghasilan, mungkin karena itupun dya tidak tega hati untuk juga mengandalkan saya maka itu beliau tetap bekerja, sungguh mulia, tapi itulah ibu kita tidak akan pernah bisa membalas apa yang sudah diberikannya dengan apapun juga.
  4. Pengeluaran lainnya yang tidak bisa saya sebutkan disini juga untuk pengeluaran saya selanjutnya (saya masih punya seorang Adik yang masih SMA dan mohon doanya karena saya jauh hari berencana menanggung biaya kuliahnya karena saya tidak mungkin membiarkan ibu saya terus bekerja.
Untuk semua alasan yang saya sebutkan diatas apakah saya masih akan dikatakan egois? karena saya tidak mungkin membebankan hal ini kepada suami saya, ya karena saya tidak tega.

Maka dari itu lagi lagi dan lagi saya sampaikan bahwa wanita itu harus berpenghasilan, dengan cara apapun asalkan halal, dan saya beruntung ditakdirkan bertemu dengan Oriflame, ya bisnis ini tidak perlu modal yang besar, resikonya pun sangat kecil dan yang lebih utama lagi bisnis ini sangat flexible yang bisa saya kerjakan sambil saya tetap bekerja yang rencananya ketika passive income saya dari bisnis ini sudah mencapai level aman, yaitu level Director dengan Gaji 4-7 Juta per bulannya, saya akan memutuskan untuk bekerja dari rumah saja agar saya pun bisa menemani Kemal belajar dan sekolah.

Kita selalu dihadapkan oleh pilihan hidup, jangan jadikan itu sebuah rintangan, tapi tantanglah dirimu untuk bisa mendapatkan semua pilihan itu, bukan memilih salah satunya.

Sukses itu mudah, pastikan Oriflame.

Rabu, 03 Desember 2014

Keterpaksaan Membawa Nikmat

Well,

Voilaaa selamat datang di blog pertama saya, dan pertama kali juga saya memposting artikel di blog ini.
Sesuai dengan judul tulisan saya sekarang, blog ini dibuat dan saya menulis artikel ini karena keterpaksaan, yup saya terpaksa karena saya membuat blog ini dalam rangka ingin mengembangkan bisnis Oriflame saya agar lebih dikenal oleh masyarakat luas di seantero dunia maya ini.

Yess, perkenalkan saya Vidya, saya seorang working mom dan juga Independent Consultant Oriflame beranak satu yang pada bulan Februari 2015 nanti berumur 2 tahun. Yup, umur yang lagi lucu-lucunya, lagi banyak dan cepat menyerap kosakata dan hal-hal baru disekelilingnya, rasanya ingin selalu berada disampingnya untuk memperkenalkan dan mengajarkan hal-hal baru yang selalu ingin diketahuinya.

Kemal, nama anak saya, anak yang sangat aktif dan cerewet, rasa ingin tahunya sangat tinggi, dan saya tidak pernah melarangnya kecuali hal itu berbahaya untuknya, ya saya memang membiarkannya berkembang sesuai dengan umurnya, main air, main tanah, cuman main hujan yang saya belum berani izinkan dia.

Ah tidak akan ada habisnya jika saya menceritakannya karena saya memang sangat excited dengan Kemal, saya seringkali dibuatnya terkesima dengan perkembangan-perkembangan barunya, dan pagi ini saya terkesima melihat Kemal bisa pakai celananya sendiri tanpa bantuan siapapun, senang dan sedih. Senang karena dia sangat pintar dan mandiri dan sedih karena dia mendapatkan hal itu bukan dari saya, yah beginilah nasih seorang working mom, tetapi saya sangat bersyukur memiliki pengasuh anak yang sangat sayang dan mau mengajarkan Kemal hal-hal baru, itu priceless kaan di zaman sekarang sangat sulit mencari pengasuh anak yang amanah.

Kemal adalah motivasi terbesar saya merintis Bisnis Oriflame ini, saya menyesal kenapa tidak sejak dulu saya mulai merintis bisnis, yup bagi wanita yang sudah berumah tangga apalagi memiliki anak, pahala terbesarnya adalah dari perkerjaan mengurus suami dan anaknya, sedangkan bekerja hanya sebatas sedekah saja diperhitungkannya.

Trus kenapa saya tetap bekerja? padahal saya sudah sangat sadar dengan hal itu! untuk alasannya akan saya share di artikel selanjutnya yaaa, nantikan yah para pemirsah.

Sukses itu mudah, Keep Calm and Always Oriflame.