Kamis, 01 Januari 2015

Banyak Orang tidak Berhasil Menjalankan Bisnis Jaringan Pemasaran (MLM), KENAPA?

Apa Kata Safir Senduk tentang MLM





Reblog from Blog Uthe Regina

Gue dengan sengaja mengcopy-paste artikel di bawah ini, dengan maksud dan tujuan agar orang yang pesimis atau merasa anti dengan MLM (seperti saya sebelum ada di Oriflame) bisa terbuka pikirannya tentang adanya peluang-peluang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Semua ingin jadi yang lebih baik dalam segala hal. MLM adalah salah satu peluang bisnis yang baik, tidak hanyak untuk keuangan kita, tapi juga kepribadian kita. Gue merasakannya secara langsung.

Bahkan seorang teman yang bukan pebisnis MLM mengatakan begini, “Sebetulnya menurut gue, yang namanya MLM tuh bagus banget, asal yang bener2 MLM ya bukan bisnis berkedok MLM. Selain kita diajarin marketingnya, kita juga diajarin attitudenya, pikiran positif, sikap kita sama orang lain. Ajaran-ajarannya bisa diterapkan di semua segi kehidupan”.


Pak Safir yang terhormat,

Saya seorang ibu rumah tangga. Saya baru saja membaca tulisan Bapak tentang bisnis jaringan pemasaran, dan saya sangat tertarik sekali membacanya. Tapi kok, saya sering melihat ada banyak teman saya gagal menjalankan bisnis seperti itu. Saya juga berpikir, apakah saya bisa menjalankan bisnis seperti itu? Bisnisnya sih menarik, tapi ini lho, waktunya. Sebagai ibu rumah tangga yang punya dua anak yang masih kecil, apa saya bisa menjalankan bisnis seperti yang Bapak ceritakan?


Terus ada satu lagi. Ketika saya menunjukkan artikel Bapak kepada suami saya, dia mengatakan bahwa bisnis seperti itu bagus, tapi bisnis itu hanya biasa dijalankan oleh orang-orang dari kalangan ekonomi tertentu saja. Mungkin karena suami saya merasa bahwa dia sudah berkecukupan barangkali ya? Saya sendiri cukup tersinggung mendengarnya. Memang sih, sampai saat ini kami sekeluarga hidup berkecukupan. Tapi apa salahnya kami menjalankan bisnis itu? Sepanjang itu halal enggak apa-apa kan Pak Safir?

Mohon tanggapannya dan terima kasih banyak. Mudah-mudahan Pak Safir bisa terus memberikan informasi tentang bisnis-bisnis seperti ini sehingga orang seperti saya bisa semakin terbuka pikirannya tentang adanya peluang-peluang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Dari N di Jakarta

JAWABAN:

Ibu N di Jakarta,

Senang sekali saya bisa mendapatkan surat dari Anda. Sebetulnya, kalau bicara apakah bisnis jaringan pemasaran itu bagus atau tidak, jawabannya jelas, bisnis itu bagus sekali.Bagus dalam arti bahwa potensi penghasilannya bisa sangat tidak terbatas, sampai bagus dalam arti bahwa bisnis tersebut bisa membantu mengubah sikap dan kepribadian seseorang menjadi lebih baik.

Namun demikian, walaupun banyak orang sudah tahu bahwa bisnis seperti itu bagus, masih saja ada mitos-mitos hal yang menghambat mereka untuk menekuninya. Di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa di antaranya, dan bagaimana tanggapan saya terhadap keberatan-keberatan tersebut.

BANYAK ORANG YANG TIDAK BERHASIL DALAM BISNIS INI
Betul. Banyak orang yang gagal dalam menjalankan bisnis ini, tapi hal ini juga terjadi pada berbagai bidang bisnis lain. Buktinya, banyak juga kok orang yang berhasil menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Masuknya Anda dalam bisnis jaringan pemasaran bukan berarti bahwa itu merupakan jaminan keberhasilan. Anda hanya bisa berhasil dalam bisnis seperti ini kalau Anda bekerja. Masalahnya, banyak orang yang masuk ke bisnis ini mengharapkan bahwa mereka bisa berhasil tanpa perlu bekerja. Itu jelas mustahil.


Jadi, ketidakberhasilan juga terdapat di bisnis apa pun. Kalau Anda mau melihat apakah ada orang yang sudah berhasil dalam menjalankan bisnis jaringan pemasaran, ada banyak pertemuan atau acara-acara yang diadakan oleh para kelompok distributor yang sudah berhasil yang bisa Anda hadiri. Di sana Anda bisa melihat contoh dari orang-orang yang sudah berhasil.

BISNISNYA BAGUS, TAPI BUKAN UNTUK ORANG SEPERTI SAYA


Itu namanya gengsi. Biasanya ada dua macam hal yang menyebabkan orang merasa gengsi dalam melihat peluang bisnis jaringan pemasaran. Gengsi yang pertama adalah karena bisnis jaringan pemasaran melibatkan penjualan secara langsung (direct selling), sehingga banyak orang merasa gengsi dalam menjual. Menjual dianggap tidak lebih bergengsi dibanding membeli, karena bagi sebagian orang, kegiatan menjual menunjukkan bahwa Anda tidak punya uang, sedangkan kegiatan membeli dianggap jauh lebih bergengsi karena membeli menunjukkan bahwa Anda punya uang.

Boleh-boleh saja kalau seseorang merasa gengsi melakukan kegiatan menjual dan lebih suka membeli saja. Tapi apa yang terjadi kalau Anda terus menerus membeli? Lama-lama uang Anda habis kan? Jadi, seseorang harus menjual untuk bisa mendapatkan sesuatu agar kelak dia bisa terus hidup dan membiayai pengeluaran-pengeluarannya.

Perlu diingat, semua orang hidup dari menjual sesuatu. Seorang dokter menjual jasa kedokteran kepada pasiennya. Seorang karyawan menjual keahliannya kepada perusahaan tempat dia bekerja. Malah pernah ada pepatah yang mengatakan bahwa pada prinsipnya hanya ada dua profesi di dunia ini, yaitu penjual dan pembeli. Penjual menjual sesuatu dan mendapatkan kompensasi berupa uang, sedangkan pembeli mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu. Anda pilih yang mana?

SAYA SIBUK DAN TIDAK PUNYA WAKTU


Kalau Anda datang ke acara-acara yang diadakan oleh para distributor dari perusahaan jaringan pemasaran, Anda bisa melihat bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang juga bekerja di tempat lain dan sangat sibuk. Beberapa di antara mereka malah memiliki jabatan yang cukup baik di perusahaan tempat mereka bekerja. Ada yang manajer, ada yang direktur, ada profesional, dan banyak lagi. Kebanyakan di antara mereka memang menjalankan bisnis ini secara part time atau sambilan, tetapi dengan kadar keseriusan yang sama seperti kalau mereka bekerja di kantor mereka.

Saya sering melihat bahwa orang yang mengatakan bahwa mereka sibuk, sebetulnya mereka bukannya sibuk, tapi tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan tidak melakukan prioritas kegiatan secara benar. Kalau Anda menganggap bisnis jaringan pemasaran adalah bisnis yang bagus, bahkan bisa memberikan semacam royalty kepada anak cucu Anda, maka Anda pasti akan memprioritaskan waktu Anda untuk bisa menjalankannya, walaupun dengan waktu yang sedikit tiap harinya.

Jadi, tidak ada orang yang terlalu sibuk untuk tidak menjalankan bisnis ini. Yang ada adalah orang yang tidak bisa memprioritaskan waktu kerjanya dengan baik.


INI BISNIS PIRAMID, YANG MASUK DULUAN PASTI PENGHASILANNYA LEBIH BESAR DARIPADA YANG MASUK BELAKANGAN


Berdasarkan pengamatan saya, ini bukan bisnis piramid. Kalau Anda masuk di tahun 2010 misalnya, Anda punya kemungkinan berhasil yang sama besar kalau Anda masuk sekarang. Banyak orang menjalankan bisnis ini baru dua tahun lalu sudah bisa berhasil dan mendapatkan penghasilan yang cukup besar, padahal banyak yang belum berhasil walaupun sudah masuk lebih dulu. Jadi, ini bukan bisnis piramid. Mau lihat buktinya? Datang ke acara-acaranya.

SAYA TIDAK BERBAKAT MENJUAL DAN KARENA ITU TIDAK BISA MENJUAL


Seperti yang pernah saya tuliskan dalam nomor-nomor yang lalu, Anda tidak perlu punya bakat dan keahlian dalam menjual untuk bisa menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Ini karena dalam bisnis jaringan pemasaran, Anda tidak disarankan untuk fokus kepada kegiatan menjual, tetapi lebih kepada menjual sedikit, dan membangun jaringan orang-orang yang juga menjual sedikit.


Sistem yang sudah berhasil bahkan menyarankan agar Anda melakukan presentasi bisnis kepada orang-orang yang sudah Anda kenal, dan dari situ, bila mereka tertarik, mereka akan bergabung dibawah pensponsoran Anda.

Bila mereka tidak tertarik, bisa Anda berikan Brosur Produk dan Daftar Harga untuk selanjutnya Anda layani kebutuhan mereka setiap bulannya akan barang dan jasa Anda. Di situlah Anda tidak perlu punya keahlian menjual. Bahkan kalau Anda juga memakai produknya, Anda bisa dengan mudah menceritakan kelebihan produk tersebut dan menjadi pemakai produk. Bukan berarti menambah pengeluaran, tapi Anda hanya sekadar mengganti merk produk yang biasa Anda pakai di rumah.


Itu saja tanggapan saya Ibu N. Mudah-mudahan sukses selalu menyertai Anda. Selamat menjalankan bisnis jaringan pemasaran.


Konsultan: Safir Senduk/Dok. NOVA

Kamis, 18 Desember 2014

All Day I Dream

Melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang alasan saya tetap memilik sebagai working mom, sekarang saya mau share dreamboard saya, mimpi-mimpi saya, motivasi saya berbisnis Oriflame.

Dreamboard ini sudah saya share di facebook notes pada bulan Mei, All Day I Dream
ini sengaja saya share lagi disini sekalian untuk mengingatkan saya pada mimpi - mimpi saya yang harus segera saya capai.

yaaa, mimpi itu harus dituangkan visualisasinya, mimpi itu harus seringkali kita ucapkan, percaya atau tidak mimpi itu akan menjadi kenyataan.



All Day I Dream

Setelah akhirnya bisa menyempatkan membuatnya, finally bisa selesai juga.
ternyata tidak mudah, sampai harus berpeluh keringat dan airmata.

entah karena terlalu menghayati proses pembuatan dream board ini atau entah karena saya disadarkan banyak mimpi yang belum saya raih.

terlalu terlena dengan semua nikmat yang telah DIA berikan sehingga membuat saya pada akhirnya tertinggal.
yup tertinggal oleh teman-teman yang telah lebih dahulu menulis dreamboard dan merealisasikannya.
tapi percayalah semua sudah ada yang mengatur, dan saat inilah, dengan cara inilah starting point saya, kembali menggapai semua mimpi.

All Day I Dream, sepanjang hari saya memimpikannya, sampai terpatri di pikiran, yup Spirit of Mind, apa yang diyakini oleh pikiran, in shaa Allah akan terwujud, asalkan Yakin, Yakin, dan Yakin.

All Day I Dream 
All Day I Dream


Mimpi utama saya hingga saat ini adalah menjadi seorang full time mother. Why? so you can do it now, easily. Tak semudah yang bisa kalian lakukan dengan keputusan ini, mungkin lebih tepatnya saya belum berani, dengan tantangan yang akan saya hadapi didepan mata jujur saya belum berani memutuskan untuk menjadi full time mother saat ini. Untuk amanah yang telah dititipkan sedari dulu yang membuat buah hati kita harus mengalah sekarang, egois memang namun amanah tetaplah amanah. Memulai step ini memberikan asa bahwa sesegera mungkin saya dapat mendapatkan income sebanding dengan saat ini bahkan lebih sehinga pada saatnya saya akan mantap untuk menjadi seorang full time mother.

Rumah, mimpi besar kedua yang selalu saya mimpikan setiap hari. Walaupun bukan saat ini, tetapi saya selalu percaya bahwa Allah akan memberikan saya rezeki itu kelak.

Entah kenapa, saya selalu yakin jika suatu saat saya akan pergi ke Tanah Suci itu membawa Ibu saya. Mimpi saya datang ke rumah Allah itu selalu bersama dengan Ibu bukan bersama suami atau siapapun. Semoga Allah menIjabah keyakinan saya ini.

Success Plan Oriflame dan Financial Freedom, Goal terbesar yang harus diraih. Yakin, jika kita menapakinya, maka Yakinlah Goal itu akan tercapai.

Dreamboard ini mama dedikasikan untuk Kemal, motivasi terbesar adalah menghabiskan seluruh waktu mama ini untuk tumbuh kembangmu nak.

Rabu, 10 Desember 2014

Egoisnya seorang Ibu Bekerja

Selamat pagi,

Seperti janji saya sebelumnya, kali ini saya akan share alasan saya tetap memilih sebagai seorang Working Mom.

Trus kenapa saya tetap bekerja? padahal saya sudah sangat sadar dengan hal itu! jawabannya hanya satu, saya mau punya penghasilan mandiri, tidak bergantung pada suami. EGOIS, pasti itu yang terlintas di benak teman-teman ketika membaca ini, saya memikirkan diri sendiri dengan mengorbankan waktu dan perasaan anak yang pastinya ingin selalu berada di dekat mamanya.

YA, Kemal memang sudah berkorban banyak untuk ini, tapi kalo dibilang egois, saya coba mau share pengeluaran saya untuk keluarga saya, bukan keluarga kecil saya ya, kalo ini sih pendapatas suami saya sudah lebih dari mumpuni untuk menghidupi kami, tapi keluarga besar saya yaitu orang tua dan saudara dekat saya.

Oia, sebelum saya share disini saya tidak bermaksud untuk Riya ataupun perhitungan dan hal lainnya ya, saya hanya ingin menjelaskan alasan saya bekerja saja. That's it!

  1. Saya punya Om yang Tuna Grahita dan yatim piatu, yang saat ini dirawat oleh pakde saya dan membutuhkan biaya hidup Rp 1.000.000 sebulan yang didapatkan dari patungan saudara-saudara dimana tiap bulannya saya menyisihkan Rp 300.000 penghasilan saya setiap bulannya, gak bisa kurang? NGGAK, sesekali saya harus sisihkan lebih karena jika saya kurangi patungan saya itu akan menambah beban ibu dan tante/bude saya, jadi selama saya mampu insyaAllah nilai tersebut tidak akan kurang malah harus saya tambah, daaaan alhamdulillah hal itu yang selalu membuat rezeki saya bertambah, dari sisi manapun bahkan langit sekalipun, makanya sedekah ini dibilangnya Jurus Langit, karena imbalannya langsung dikasih sama Allah Sang Maha Pemberi, karenanya janganlah takut untuk memberi terlebih untuk yang membutuhkan.
  2. Kedua orang tua saya sehat walafiat, syukur nikmat terbesar melihat mereka tetap sehat sehingga dapat menyaksikan perkembangan cucu-cucunya. Ayah saya pensiunan sebuah Rumah Sakit Swasta di Bandung, saat ini berusia 61 Tahun, dibalik badannya yang sehat, ayah saya didiagnosis Glucoma beberapa tahun belakangan ini, yang mengharuskannya kontrol rutin dan therapy obat terus menerus, untuk biaya berobat ayah saya masih dicover oleh tempatnya bekerja dulu tetapi untuk obatnya dikarenakan obat ini spesific (bukan obat umum yang didapatkan disembarang apotek), untuk obatnya sendiri seharga Rp 80.000 / strip yang habis dalam seminggu sehingga untuk sebulan silakan dikalikan oleh teman-teman.
  3. Pengeluaran rutin bulanan keluarga besar saya seperti Lisrik dan Telepon tiap bulannya sebesar Rp 400.000, belum termasuk Susu, Detergent, Sabun, Minyak dan keperluan rumah tangga lainnya kecuali beras dan lauk pauk karena itu ditanggung oleh ibu saya yang memang masih bekerja.Ya diuasianya yang menginjak 50 Tahun ibu saya masih bekerja, karena dengan alasan pemenuhan kebutuhan hidup juga, adik saya yang bungsu masih berada di bangku SMA dan masih membutuhkan biaya yang banyak sebelum dia dapat hidup mandiri. Kok saya tega membiarkan ibu saya tetap bekerja? dari 4 orang anaknya hanya saya yang berpenghasilan, mungkin karena itupun dya tidak tega hati untuk juga mengandalkan saya maka itu beliau tetap bekerja, sungguh mulia, tapi itulah ibu kita tidak akan pernah bisa membalas apa yang sudah diberikannya dengan apapun juga.
  4. Pengeluaran lainnya yang tidak bisa saya sebutkan disini juga untuk pengeluaran saya selanjutnya (saya masih punya seorang Adik yang masih SMA dan mohon doanya karena saya jauh hari berencana menanggung biaya kuliahnya karena saya tidak mungkin membiarkan ibu saya terus bekerja.
Untuk semua alasan yang saya sebutkan diatas apakah saya masih akan dikatakan egois? karena saya tidak mungkin membebankan hal ini kepada suami saya, ya karena saya tidak tega.

Maka dari itu lagi lagi dan lagi saya sampaikan bahwa wanita itu harus berpenghasilan, dengan cara apapun asalkan halal, dan saya beruntung ditakdirkan bertemu dengan Oriflame, ya bisnis ini tidak perlu modal yang besar, resikonya pun sangat kecil dan yang lebih utama lagi bisnis ini sangat flexible yang bisa saya kerjakan sambil saya tetap bekerja yang rencananya ketika passive income saya dari bisnis ini sudah mencapai level aman, yaitu level Director dengan Gaji 4-7 Juta per bulannya, saya akan memutuskan untuk bekerja dari rumah saja agar saya pun bisa menemani Kemal belajar dan sekolah.

Kita selalu dihadapkan oleh pilihan hidup, jangan jadikan itu sebuah rintangan, tapi tantanglah dirimu untuk bisa mendapatkan semua pilihan itu, bukan memilih salah satunya.

Sukses itu mudah, pastikan Oriflame.

Rabu, 03 Desember 2014

Keterpaksaan Membawa Nikmat

Well,

Voilaaa selamat datang di blog pertama saya, dan pertama kali juga saya memposting artikel di blog ini.
Sesuai dengan judul tulisan saya sekarang, blog ini dibuat dan saya menulis artikel ini karena keterpaksaan, yup saya terpaksa karena saya membuat blog ini dalam rangka ingin mengembangkan bisnis Oriflame saya agar lebih dikenal oleh masyarakat luas di seantero dunia maya ini.

Yess, perkenalkan saya Vidya, saya seorang working mom dan juga Independent Consultant Oriflame beranak satu yang pada bulan Februari 2015 nanti berumur 2 tahun. Yup, umur yang lagi lucu-lucunya, lagi banyak dan cepat menyerap kosakata dan hal-hal baru disekelilingnya, rasanya ingin selalu berada disampingnya untuk memperkenalkan dan mengajarkan hal-hal baru yang selalu ingin diketahuinya.

Kemal, nama anak saya, anak yang sangat aktif dan cerewet, rasa ingin tahunya sangat tinggi, dan saya tidak pernah melarangnya kecuali hal itu berbahaya untuknya, ya saya memang membiarkannya berkembang sesuai dengan umurnya, main air, main tanah, cuman main hujan yang saya belum berani izinkan dia.

Ah tidak akan ada habisnya jika saya menceritakannya karena saya memang sangat excited dengan Kemal, saya seringkali dibuatnya terkesima dengan perkembangan-perkembangan barunya, dan pagi ini saya terkesima melihat Kemal bisa pakai celananya sendiri tanpa bantuan siapapun, senang dan sedih. Senang karena dia sangat pintar dan mandiri dan sedih karena dia mendapatkan hal itu bukan dari saya, yah beginilah nasih seorang working mom, tetapi saya sangat bersyukur memiliki pengasuh anak yang sangat sayang dan mau mengajarkan Kemal hal-hal baru, itu priceless kaan di zaman sekarang sangat sulit mencari pengasuh anak yang amanah.

Kemal adalah motivasi terbesar saya merintis Bisnis Oriflame ini, saya menyesal kenapa tidak sejak dulu saya mulai merintis bisnis, yup bagi wanita yang sudah berumah tangga apalagi memiliki anak, pahala terbesarnya adalah dari perkerjaan mengurus suami dan anaknya, sedangkan bekerja hanya sebatas sedekah saja diperhitungkannya.

Trus kenapa saya tetap bekerja? padahal saya sudah sangat sadar dengan hal itu! untuk alasannya akan saya share di artikel selanjutnya yaaa, nantikan yah para pemirsah.

Sukses itu mudah, Keep Calm and Always Oriflame.